KELOMPOK 5 - Syekh Abdus Shamad bin abdullah al jawi al-Falimbani
1. Riwayat Hidup Syekh Abdus Shamad al-Falimbani
Syekh Abdus Shamad bin Abdullah al-Jawi al-Falimbani adalah seorang ulama besar Nusantara yang berasal dari Palembang dan hidup pada abad ke-18. Ia lahir dari keluarga terpelajar yang memiliki latar belakang keagamaan kuat. Pendidikan awalnya diperoleh di Palembang sebelum kemudian melanjutkan studi ke Yaman, Mekkah, dan Madinah untuk memperdalam ilmu-ilmu Islam.
Di Timur Tengah, ia belajar kepada para ulama besar, termasuk ulama sufi dan ahli fikih. Setelah menuntut ilmu bertahun-tahun, ia menetap di Mekkah dan menjadi salah satu ulama penting dalam jaringan ulama Nusantara yang berpengaruh di wilayah Hijaz. Karya-karyanya banyak dibaca oleh masyarakat Melayu-Islam dan menjadi rujukan dalam bidang tasawuf dan akhlak.
Terdapat beberapa versi mengenai wafatnya. Sebagian sumber menyebutkan ia wafat di Mekkah, namun ada pula catatan yang menyatakan bahwa ia gugur saat membantu perjuangan Aceh melawan penjajah Belanda pada sekitar tahun 1789.
2. Teladan yang Dapat Dicontoh
1. Komitmen dalam Menuntut Ilmu
Syekh Abdus Shamad menunjukkan ketekunan tinggi dalam menuntut ilmu, bahkan rela merantau jauh untuk mengenal berbagai disiplin ilmu Islam. Hal ini memberikan teladan tentang pentingnya kesungguhan dan keistiqamahan dalam proses pembelajaran.
2. Kerendahan Hati
Meskipun dikenal sebagai ulama yang sangat berilmu, beliau tetap menjaga sikap tawadhu’ dalam mengajar dan berinteraksi dengan murid-muridnya. Sikap ini menegaskan bahwa ilmu harus dibarengi dengan akhlak.
3. Kepedulian terhadap Umat dan Tanah Air
Ia tidak hanya mengajar, tetapi juga menulis karya yang mendorong umat untuk membela tanah air dari agresi penjajah. Keprihatinannya terhadap kondisi Nusantara menunjukkan kecintaannya terhadap bangsa.
4. Pemikiran Moderat dalam Tasawuf
Syekh Abdus Shamad mengajarkan tasawuf yang berlandaskan syariat. Ia memadukan antara spiritualitas dan kewajiban-kewajiban syariat sehingga ajarannya seimbang dan tidak menyimpang.
5. Konsistensi dalam Berdakwah
Beliau mengabdikan hidupnya untuk ilmu dan dakwah, baik melalui pengajaran langsung maupun melalui karya tulis yang tersebar luas di dunia Melayu.
3. Karya-Karya Penting Syekh Abdus Shamad al-Falimbani
1. Hidayatus Salikin fi Suluki Maslakil Muttaqin
Karya paling terkenal berisi ajaran tasawuf, akhlak, serta bimbingan rohani untuk mencapai derajat ketakwaan. Kitab ini merupakan ringkasan dan adaptasi dari kitab Ihya’ Ulumuddin.
2. Sairus Salikin ila Ibadat Rabbil Alamin
Karya besar yang terdiri dari empat jilid. Isinya membahas tentang perjalanan spiritual seorang hamba, penyucian jiwa, adab dalam beribadah, dan penjelasan mendalam mengenai konsep tasawuf.
3. Nashihatul Muslimin
Kitab ini berisi nasihat-nasihat penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki akhlak.
4. Karya tentang Semangat Jihad
Ia menulis beberapa karya yang mendukung perlawanan umat Islam Nusantara terhadap penjajahan. Tulisan-tulisan ini memberi motivasi dan argumentasi agama tentang pentingnya mempertahankan tanah air.
4. Materi Penting Lainnya
A. Peran Syekh Abdus Shamad dalam Jaringan Ulama Nusantara
Ia merupakan bagian dari jaringan ulama Nusantara yang berkembang di Mekkah pada abad ke-17 dan 18. Jaringan ini berperan besar dalam penyebaran ilmu Islam, pembaruan pemikiran, dan munculnya karya-karya keagamaan berbahasa Melayu-Jawi.
B. Kontribusi dalam Bidang Tasawuf
Sebagai tokoh tasawuf, ia mengajarkan tasawuf yang berpegang pada syariat, menolak kesesatan, dan menekankan pentingnya pengendalian diri, keikhlasan, serta akhlak mulia sebagai pintu menuju kedekatan dengan Allah.
C. Pengaruh terhadap Dunia Melayu
Karyanya menjadi rujukan utama di pesantren, surau, dan pusat-pusat pendidikan Islam di Nusantara. Banyak ulama setelahnya yang merujuk pada kitab-kitab beliau dalam mengajarkan tasawuf dan akhlak.
D. Perannya dalam Perjuangan Melawan Penjajah
Melalui tulisan-tulisannya, Syekh Abdus Shamad memberikan dasar keagamaan yang kuat untuk melawan kolonialisme. Pemikirannya ikut membangun semangat perjuangan di Aceh dan wilayah Nusantara lainnya.
https://youtu.be/UENcspYCdH8?si=-DSkph2Ml9z9JFBF
KELOMPOK 5
- DIKA SAPUTRA SUNANDAR
- KIREN RAHMADHANIA PUTRI
- SYAHRUL FIRMANSYAH
Komentar
Posting Komentar